Selasa, 09 Juni 2009

KEKUATAN VS KELEMAHAN


KEKUATAN SAYA:
  1. SAYA DAPAT BERBICARA DENGAN LANCAR SAAT BERDISKUSI
  2. SAYA LEBIH BANYAK BERFIKIR DARI BERBCARA
  3. SAYA TIDAK MUDAH PERCAYA PADA ORANG LAIN
  4. LEBIH PERCAYA DIRI DALAM BELAJAR


KELEMHAN SAYA:
  1. SAYA MUDAH EMOSI
  2. SAYA SANGAT MALAS UNTUK PEKERJAAN RUMAH
  3. SAYA SERING BERFIKIR NEGATIF TERHADAP ORANG LAIN

CERITA

Perjungan keluraga ayah saya dalam menjalani hidup terutama dalam pendidikan sangat keras.
ayah saya anak ke 3 dari 10 bersaudara, ayah saya tumbuh dalam keluarga yang sangat sederhan, beliau hanya lulusan SMP namun harus membantu menghidupi dan membiayai adik - adiknya yang masih kecil - kecil. Bekerja menjadi apa saja asal dapat menyekolahkan adik - adiknya, selain ayah saya ada kakak ayah saya yang kedua yang membantu menjadi penjual jajanan pasar buatan orang tuanya.
Anak pertama atau kakak sulung ayah saya sudah meninggal akibat penyakit liver dan beliau meninggal karena terlambat di bawa ke rumah sakit dan biaya lah menjadi penyebab utama dari kejadian itu.
beranjak dewasa mereka berpisah ke daerah - daerah untuk mengadu nasib agar menjadi lebih baik dari sebelumnya. Sekarang ada yang bekerja di perusahaan ternama, ada yang menjadi pengusaha maknan, ada yang bekerja di pelayaran, dan ada juga yang masih belum bekerja menunggu panggilan dari perusahaan tempat kakaknya bekerja.
kesuksesan yang di alami keluarga ayah saya semata - mata karena kerja keras yang di laului meraka.

Mimpi, Keinginan, dan Kebutuhan

Impian saya yaitu ingin menjadi orang yang sukse di masa yang akan datang, agar keluarga saya bisa berbahagia melihat kesuksesan saya terutama kedua orang tua saya. Jadi yang saya butuhkan saat ini adalah ilmu yang bermanfaat atau bekal saya untuk meng hadapi masa depan yang lebih sulit dari sekarang yang saya alami.
Keinginan yang kuat dapat membawa saya kemasa depan yang saya inginkan dan impikan namun dalam mencapai semua itu masih banyak yang harus saya lewati dan jalani.
selain ilmu yang bermanfaat saya juga memerlukan kebutuhan mental dalam diri saya untuk menjalani keadaan yang berbeda saat ini.

Selasa, 02 Juni 2009

d’cinnamons - Selamanya Cinta

di kala hati resah

sribu ragu datang memaksaku

rindu semakin menyerang

kalaulah aku dapat membaca pikiranmu

dengan sayap pengharapanmu

ingin terbang jauh


biar awanpun gelisah

daun2 jatuh berguguran

namun cintamu kasih terbit laksana bintang

yang bersinar cerah menerangi jiwaku


andaikan ku dapat mengungkapkan

perasaanku hingga membuat kau percaya

akan kuberikan seutuhnya

rasa cintaku selamanya…selamanya…


andaikan ku dapat mengungkapkan

perasaanku hingga membuat kau percaya

akan kuberikan seutuhnya

rasa cintaku

rasa cinta yang tulus dari dasar

lubuk hatiku


Tuhan, jalinkanlah cinta

bersama, slamanya



Koleksi D'Cinnamon yang lain.
Mp3 Download & Lirik Lagu d’cinnamons - Selamanya Cinta
Gambar Artis Indonesia

Teknik Jarimatika

1)Penjumlahan dan Pengurangan

 Tangan Kanan sebagai satuan dan tangan kiri sebagai puluhan.

Tangan Kanan:
- Telunjuk dibuka = 1
- (Telunjuk + Jari Tengah) dibuka = 2
- (Telunjuk + Jari Tengah + Jari manis) dibuka = 3
- (Telunjuk + Jari Tengah + Jari manis + Kelingking) dibuka = 4
- (Telunjuk + Jari Tengah + Jari manis + Kelingking) ditutup + Jempol dibuka = 5
- (Jempol + Telunjuk) dibuka = 6
- (Jempol + Telunjuk + Jari Tengah) dibuka = 7
- (Jempol + Telunjuk + Jari Tengah + Jari Manis) dibuka = 8
- (Jempol + Telunjuk + Jari Tengah + Jari Manis + Kelingking) dibuka = 9
 Tangan Kiri:
- Telunjuk dibuka = 10
- (Telunjuk + Jari Tengah) dibuka = 20
- (Telunjuk + Jari Tengah + Jari manis) dibuka = 30
- (Telunjuk + Jari Tengah + Jari manis + Kelingking) dibuka = 40
- (Telunjuk + Jari Tengah + Jari manis + Kelingking) ditutup + Jempol dibuka = 50
- (Jempol + Telunjuk) dibuka = 60
- (Jempol + Telunjuk + Jari Tengah) dibuka = 70
- (Jempol + Telunjuk + Jari Tengah + Jari Manis) dibuka = 80
- (Jempol + Telunjuk + Jari Tengah + Jari Manis + Kelingking) dibuka = 90

by: wikibooks

CARA BERDISKUSI YANG BAIK

Penyampaian:

1. Bahasa yang baik.
Bahasa yang baik adalah yang jelas dan komunikatif, istilah2, dipakai secara tepat.
Istilah tepat tidak harus mengacu pada kamus, bisa juga mengacu pada kelaziman pemakaian. Dalam satu kalimat sebaiknya tidak dicampur berbagai bahasa.
2. Logika yang baik.
Logika yang baik adalah yang konsisten dan mentaati kaidah2 logika. Jadi tidak berkontradiksi antara bagian satu dengan yang lain.
3. Etiket yang baik.
Tidak menyinggung pribadi pembicara lain, tidak menggunakan kata kata kasar. Sopan. Mengikuti adab yang berlaku. Misalnya di forum internet ini pemakaian huruf besar, tanda seru yang banyak, warna merah, bisa dianggap bersuara keras, marah, membentak, atau semacam itu. Kalau maksudnya begitu sebaiknya dihindari.
4. Proporsi yang baik.
Jangan sampai bagian yang tidak penting dibahas berpanjang panjang sehingga menyembunyikan bagian yang inti. Banyak pergunakan alinea2 untuk memudahkan membaca. Proporsi yang enak, dalam satu alinea adalah 2-3 kalimat. Paling banyak 5. Kalau terlalu banyak dalam kalimat panjang panjang, bagi pembaca memerlukan konsentrasi yang berlebihan untuk mencerna proporsi itu.
5. Gaya (style) yang baik.
Gaya penting bagi penulis yang makin matang. Gaya yang menarik bisa meyakinkan lebih, sekalipun substansi (isi) yang dibicarakan sama. Di era modern ini, gaya minimalis berjaya dan makin marak. Artinya, penggunaan sebuah kata dihemat sehemat hematnya, sehingga nilai kata itu menjadi makin penting dalam kalimat2. Ini sejalan dengan perkembangan puisi. Bila dulu puisi memakai kalimat panjang2, berbunga bunga, berbait bait dan bersajak ketat, puisi modern lebih bebas namun hemat, singkat tetapi padat.
Isi:
1. Berguna bagi partisipan
Dalam setiap forum ada partisipannya. Jenisnya bisa berbeda beda. Isi diskusi harus bermanfaat bagi peserta diskusi. Manfaat yang diambil dari diskusi itulah yang menjadi tujuan utama diskusi.
2. Relevan dengan topik
Sekalipun bermanfaat, tetapi bisa juga tidak relevan (berhubungan). Dan kalau isi tidak relevan, akan mengacaukan kerapihan komunikasi. Relevansinya bisa diurut mulai dari siapa partisipannya, apa jenis forumnya, apa threadnya, apa topiknya, dst sampai kepada yang lebih rinci.
3. Bisa dipertanggung-jawabkan.
Dalam diskusi kadang kita mengambil lagi kata kata yang pernah diucapkan (quoting). Perlu diperhatikan jangan sampai keliru mengambilnya. Tidak jarang terjadi mengambil kata kata yang pernah diucapkan tapi ditambahi dengan opini dan interpretasi pribadi tanpa menjelaskan lebih lanjut. Maka isi diskusi mudah tergeser dari substansi kepada upaya menyerang dan mempertahankan tentang apa yang dikatakan atau tidak dikatakan. Ini menurunkan mutu diskusi.

by: Ridlo (NK CREW)

Senin, 01 Juni 2009

tips mengedit HTML Blogspot

1. Backup Template
Membackup template ini penting karena jika terjadi hal-hal yang tidak dinginkan, misalnya blog jadi rusak maka kita bisa membuatnya seperti sediakala (sebelum rusak) jika kita sebelumnya sudah membackup template. Cara membackup template ini mudah. Cukup klik pada link "Download Full Template" lalu simpan file template di komputer kita. Kalo terjadi kesalahan yang tidak bisa kita atasi, kita tinggal upload aja file template tersebut.

2. Memberi Tanda Centang pada Kotak "Expand Widget Template"
Ini yang kadang2 dilupakan para "editor". Kalau kotak "Expand Widget Templates" tidak dicentang maka kode2 yang dicari kemungkinan tidak ditemukan. Tapi kadang2 hal ini tidak perlu dilakukan tergantung dari petunjuk tutorialnya. Makanya perhatikan baik2 tutorialnya kalo mau Edit HTML blog.

3. Tips Mempermudah Pencarian

Untuk mempermudah pencarian kode yaitu dengan meng-copy dulu kode yang mau dicari kemudian tekan "Ctrl+f" lalu masukkan kode yang dicopy tadi kedalam kotak yg muncul. Kalo misalkan kode yang dicari tidak muncul maka cobalah mencari sebagian dari kode tersebut. Misal mau mencari kode

jika tidak ketemu maka cb carilah sebagiannya atau seperti ini data:post.body kalau sudah ketemu maka klik tombol next untuk melihat apakah ada kode lain yang sama untuk memastikan kode yang dikehendaki. Tapi tips ini sepertinya sulit dilakakukan jika

4. Tips Menghadapi Error Yang Muncul

Jika saat menyimpan hasil editan kemudian muncul pesan error, misal seperti ini:
We were unable to save your template
Please correct the error below, and submit your template again.
Your template could not be parsed as it is not well-formed. Please make sure.....
Maka hal yang harus kita lakukan adalah berusaha memahami pesan error tersebut. Kemudian kita cek kembali tutorial yang kita baca apakah langkah-langkah yang sudah kita lakukan bener2 sesuai dengan tutorialnya. kalau tidak yakin maka kita bisa mengulangi lagi tutorialnya dari awal dengan mengklik tombol "Clear Edit" terlebih dahulu.
menggunakan browser "Chrome" paling mudah jika menggunakan "Mozilla Firefox".

Tutorial blog

Penyakit Ayah - Sebuah Cerpen Tentang Ayah


Aku mendengar bunyi klik. Aku melihat ayah menghidupkan lampu. Malam sudah larut, tapi ayah belum tidur. Ia mendekatiku. Raut wajahnya tampak gelisah. Aku menduga-duga, apalagi yang membuat ayah tak bisa tidur malam ini.

Ia duduk memperhatikan aku yang tengah mengerjakan tugas. “Belum tidur, Yah?” sapaku. Ia menggeleng pelan. “Aku buatkan ayah teh?” Aku menawarkan minuman yang paling disukai ayah.

“Boleh, tapi gulanya sedikit saja. Airnya hangat ya…” balas ayah.
Aku membiarkan ayah di ruang tamu sendirian. Akhir-akhir ini, ayah memang sering gelisah. Setiap saat, ia selalu mengeluh. Tidak hanya padaku, tetapi juga kepada kakak perempuanku, dan kakak laki-lakiku yang sudah tak tinggal di rumah ini lagi. Keluhan ini selalu kudengar setiap hari, sepanjang aku ada di rumah. Ibu mulai tampak kesal, tetapi ayah juga tak mau kalah. Karena yang dikeluhkan ayah adalah tentang ibu. Ayah berpikir ibu tak perhatian lagi padanya. Aku juga tidak mengerti, perhatian seperti apa yang ingin didapatkan ayah. Padahal, setiap hari aku melihat ibu menyiapkan segala kebutuhan ayah.

Setiap pagi, ibu membangunkan ayah untuk salat subuh. Aku mendengar mereka berbincang sambil menonton siaran berita pagi. Di sana, sudah terhidang minuman pagi untuk ayah. Bahkan, ibu tak pernah lupa menyediakan roti atau kue goreng kesukaan ayah. Aku selalu menyaksikan keharmonisan mereka. Akan tetapi, ayah akan mengeluh jika ibu sudah sibuk di dapur, dan ia sendirian di ruang tamu. Saat itulah aku mulai mendengar keluhan. Sepanjang waktu, hingga beliau tidur. Kadang aku dan Nina, kakak perempuanku, terpaksa geleng-geleng kepala menyaksikan tingkah ayah.
Beliau memang sudah tua.

Usianya sudah enam puluh tahun. Ibu bilang, itu namanya penyakit tua ayah. Tapi bukan itu persoalannya. Aku paham, ayah membutuhkan perhatian lebih, tetapi sikap nyinyirnya itu membuat kami kadang-kadang jengkel. Jika Ibu sudah tak tahan, mereka bertengkar. Ibu menyesalkan sikap ayah, tetapi ayah tak mau kalah. Ia menyalahkan semuanya karena perhatian ibu yang kurang. Aku dan Nina pernah mendiskusikan ini dengan ibu. Kami ingin tahu, apa yang dikeluhkan ayah. Ternyata persoalannya sederhana saja. Ayah ingin mereka tampak mesra. Ia ingin ibu berbicara dengan lembut. Memang, orang tua perempuanku ini memiliki suara yang agak keras. Tapi aku tahu persis, tidak ada satu orang perempuan pun yang sesabar dan selembut ibu, meski dari tuturnya, ia agak berteriak.

Sejak kecil, ibu dibiasakan bekerja keras. Dari usianya 15 tahun, ia telah berdagang bersama Nenek. Hingga aku tamat SMP, ibu masih berdagang. Faktor ini membuat ibu memiliki suara yang agak keras dibandingkan teman perempuan ayah yang kantoran. Seperti hari itu. Teman ayah dan istrinya datang ke rumah. Mereka datang ke kota kecil ini untuk berlibur sambil bersilaturahmi. Kami biasa menyebutnya dengan pulang kampung. Mereka telah lama tak bertemu. Sepanjang obrolan siang itu, mereka membahas kehidupan masing-masing. Tetapi sejak teman ayah pulang, sikap ayah berubah. Ia mengeluh lagi. Keluhannya kali ini memaksa ibu untuk berubah. Ayah menjadi nyinyir. Ia menyesalkan kenapa Ibu tidak bisa berbicara seperti istri temannya tadi. Lembut dan bersahaja. Aku melihat mereka bertengkar.

Semenjak kejadian itu, ayah tak hanya mengeluhkan cara berbicara Ibu. Setiap kebutuhan ayah yang tak dipenuhi Ibu, ayah mengeluh. Lebih parahnya, jika ayah minta dibuatkan masakan yang diinginkannya, tetapi Ibu lupa, sepanjang hari ia tak berhenti mengeluh. Kami dibuat pusing dengan tingkah ayah ini. Tiga hari lalu, ayah kangen makan anyang. Ia ingin dibuatkan lalapan khas orang Minang ini. Lalapan ini paling digemari ayah. Sampai kemarin, Ibu memang lupa membuatkan, karena ia sibuk. Hari ini, sepanjang hari, ia mengeluh. Aku terpaksa bergegas ke pasar membeli bahan-bahannya dan membuatkan untuk ayah. Setelah anyang terhidang, aku melihat raut wajahnya yang puas. Namun ia masih belum senang. Ia masih mengeluh.

“Ibumu itu tak pernah mendahulukan kepentinganku. Seharusnya ia yang membuatkan ini.”

Aku dan Nina benar-benar pusing. Ayahku semakin tua semakin manja. Kami membahasnya lagi, dan melibatkan Ibu bagaimana seharusnya menghadapi ayah. Aku tak menyangka apa yang kuterima. Ibu menangis. Ia letih dengan sikap ayah yang selalu menyalahkannya. Aku tak menyangka, ibu sangat tersiksa dengan sikap ayah. Nina dan aku sepakat membantu Ibu memperhatikan kebutuhan ayah. Kami bagi tugas. Bagian terpenting yang harus diperhatikan adalah ucapan ayah. Kami tak ingin ayah meminta sesuatu dua kali. Jika ia ingin, sedapat mungkin, aku, Nina dan Ibu menyediakannya.

Kali ini, ayah ingin makan bakso. Aku bergegas membelikannya. Sampai di rumah, ia melahapnya, tetapi masih mengeluh juga. Rupa-rupanya, ayah ingin makan bakso berdua dengan ibu. Aku dan Nina jadi tertawa. Ayah ini aneh-aneh saja. Kami menyuruh Ibu bersiap-siap mengajak ayah pergi. Mungkin ayah ingin keluar dengan Ibu. Tak kusangka, kali ini Ibu yang mengeluh. Ia sedang tak ingin keluar, katanya. Aku dan Nina benar-benar dibuat pusing oleh mereka.

Nina baru selesai memasak ketika aku tiba di rumah. Seperti biasa, ayah menonton di ruang tamu. Ibu ada di kamar. Jika aku tak di rumah, Nina yang memperhatikan kebutuhan ayah. Mulai dari makan, pakaian, hingga sesuatu yang diinginkannya tiba-tiba. Jika aku di rumah, aku yang menggantikan tugas Nina.

Sejak kesepakatan ini dilakukan, keluhan ayah agak berkurang. Dalam satu hari, kami hanya mendengar tiga sampai empat kali ayah mengeluh. Biasanya, ketika ia ingin makan. Suasana di rumah agak terasa menyenangkan. Akhirnya, kami bisa tenang.

Kenyamanan itu berlangsung seminggu. Satu minggu berikutnya, ayah mengeluh lagi. Lagi-lagi, ia mengeluhkan hal yang sama, tentang perhatian Ibu padanya. Apa sebab? Sore itu, abangku datang ke rumah. Ia mengajak istri dan anak-anaknya. Kedatangan mereka cukup menghibur ayah, tetapi lama-lama membuat penyakit tua ayah kambuh lagi. Sepanjang Hendra di rumah, ayah mengeluhkan Ibu. Sama seperti yang ia keluhkan kepadaku dan Nina. Awal-awal, Hendra mendengarkan saja. Jika ada waktu yang tepat, barulah ia menyelipkan nasehat untuk ayah. Tapi ayah tak mau kalah. Ia menepis semua nasehat itu. Hendra kewalahan dan sadar, penyakit tua ayah terlalu cepat. Kami pun tersenyum mendengar Hendra mengeluh.
Sejak kejadian itu, ayah menambah satu tempat lagi untuk mengeluh. Jika kami di rumah membiarkan ayah, ia akan menelepon Hendra. Selama di telepon, ia mengeluh, kadang-kadang terdengar juga tentangku dan Nina. Aku benar-benar letih. Kami membiarkan ayah mengeluh, hingga ia capek dan tertidur pada malam harinya.

***
Akan tetapi, malam ini ayah mendekatiku. Aku tak ingin mendengarnya mengeluh. Aku menghidangkan teh hangat yang diminta ayah tadi, lalu mengerjakan tugas kuliah yang belum selesai. Malam ini, aku benar-benar tidak ingin diganggu. Jika aku mendengarkan ayah, bisa-bisa besok pagi aku terburu-buru menyiapkan tugas kuliah. Aku menunduk saja, mengabaikan ayah yang memperhatikanku.

“Tugas kuliahmu masih banyak?” tanya ayah tiba-tiba.
Aku mengangguk cepat, ”banyak sekali yah,” jawabku.
Ayah mengangguk. Ia menghirup teh hangat yang kubuatkan. Ia beranjak pergi. Aku memperhatikannya yang gelisah di depan TV. Tumben, malam ini ia tidak mengeluh. Aku jadi ingat peristiwa minggu lalu. Ibu heran ketika aku dan Nina tiba-tiba berangkat ke rumah Hendra. “Satu minggu saja, Bu,” jawab Nina. “Iya Bu, aku ingin ikut, bosan di rumah mendengar ayah hanya mengeluh dan mengeluh,” jawabku.

Ibu mengangguk. Dan ayah? Lagi-lagi, ia mengeluh karena kami semua pergi meninggalkannya.

“Si Aini jangan dibawa, Nin,” ayah mencegahku.
“Siapa yang memperhatikanku nanti,” lagi-lagi ayah mengeluh.
“Sabar Yah, cuma satu minggu saja,” tawarku manja.
Mereka melepaskan kami dengan berat hati. Selama seminggu, kami pergi dan membiarkan ayah menjalani hidupnya berdua dengan ibu. Siapa tahu, jika kami pulang, ia tidak mengeluh lagi.

Ketika kami belum seminggu menginjakkan kaki di rumah Hendra, ayah menelepon. Aku berharap ayah dan ibu baik-baik saja. Aku memperhatikan mimik wajah Nina dan Hendra. Keduanya menyiratkan kekhawatiran yang amat sangat. “Ada apa?,” tanyaku mendesak mereka. Nina geleng-geleng kepala.

“Kalian harus pulang,” jawab Hendra. “Ibu bertengkar hebat dengan ayah.”
Aku ternganga. Apa yang kuharapkan tidak terwujud. Aku menyesalkan keduanya yang tidak bisa saling memahami. Sebelum pulang, Hendra menitipkan pesan untuk ibu. Ia berharap, dengan pesan yang disampaikannya ini, antara ayah dan ibu bisa saling mengerti.

Setiba di rumah, aku menyaksikan keduanya hening. Mereka saling membuang muka. Aku mendengar ayah mengeluh habis-habisan, lalu aku mendengar ibu menangis. Akhirnya, kami meminta ibu untuk berlibur ke rumah cucunya. Seperti pesan yang dititipkan Hendra, ia meminta ibu untuk datang ke rumahnya. Ibu setuju. Ia berangkat dua hari setelah pertengkaran hebat tersebut. Ibu membawa beberapa lembar pakaian, dan kulihat ayah juga tak keberatan. Hendra menjemput ibu ke rumah.

Sejak hari itu, aku tak lagi melihat ayah mengeluh. Akan tetapi, malam ini ayah mendekatiku. Aku benar-benar tak ingin mendengarnya mengeluh. Aku menghidangkan teh hangat, lalu pura-pura mengerjakan tugas kuliah. Aku tidak ingin diganggu. Jika aku mendengarkan ayah mengeluh, bisa-bisa aku terlambat tidur. Mendengarkan ayah curhat, jauh lebih lama dibandingkan mendengarkan ustad ceramah di masjid. Aku menunduk saja, mengabaikan ayah yang memperhatikanku.

Ayah menghirup teh hangatnya, agak lama. Ia masih gelisah di depan TV. Tiba-tiba, aku mendengar suara ayah, tetapi ia tidak mengeluh. Entah kenapa, ucapan ayah itu membuat aku terhenyak, “Aini, ibumu kapan pulang? Aku merindukannya…”
Aku ingin ibu mendengar apa yang diucapkan ayah barusan.***

by: Ria Febrian, Mahasiswa Sastra Indonesia Sastra Universitas Andalas

apa fungsi sel darah putih itu?


Tiap hari kita menghirup udara dan memegang berbagai benda. Oleh karena itu, bagaimanapun juga kita akan selalu berinteraksi dengan bakteri. Seperti diketahui, begitu ada kesempatan maka bakteri akan menyelinap masuk ke dalam darah, kemudian berkembang biak dan mengeluarkan toksin (racun) yang dapat merusak kualitas darah.

Kalau memang demikian, apakah itu berarti bahwa setiap hari ada kemungkinan bagi individu untuk menderita suatu penyakit, karena aktivitas keseharian yang dilakukan individu?

Jangan cemas dulu. Ternyata, kenyataan tidak menunjukkan hal demikian. Bagaimanapun juga hanya sedikit sekali orang yang dalam setahun sakit secara terus-menerus. Mengapa bisa demikian? Karena dalam darah manusia terdapat suatu pasukan tempur yang berjumlah sangat besar yang tak henti-hentinya bertempur dan memberantas bakteri.

Pasukan tempur itu tidak lain adalah sel darah putih yang juga dikenal dengan sebutan leukosit. Jumlah sel darah putih dan trombosit ternyata hanyalah 0,5% dari jumlah total darah dalam tubuh manusia. Dalam setiap milimeterkubik darah normal, terdapat 5 – 10 ribu sel darah putih. Berlainan dengan sel darah merah, sel darah putih tidak mempunyai bentuk yang tetap. Hal ini dikarenakan sel darah putih perlu selalu berubah bentuk untuk memudahkannya bertempur melawan bakteri.

Luka yang kita peroleh akibat kulit tergores benda tajam atau tenggorokan yang tergores duri ikan merupakan media yang paling tepat bagi masuk dan berkembangnya bakteri di dalam tubuh. Karenanya, bagian tubuh yang terluka merupakan tempat berkumpulnya sel darah putih. Sel darah putih akan mengepung dan memakan bakteri yang menempel pada luka tersebut hingga tuntas. Seringkali juga pada bagian tubuh yang luka tampak merah membengkak dan merasa panas sebagai akibat berkobarnya pertempuran sengit antara sel darah putih melawan bakteri. Bagian yang memerah dan membengkak itu adalah medan pertempuran, sedangkan nanah yang terdapat di sana tak lain adalah mayat sel darah putih dan bakteri yang gugur. Bila pertempuran itu dimenangkan oleh sel darah putih, maka bengkak merah tadi akan segera menghilang dan luka juga akan segera membaik. Akan tetapi, jika sel darah putih mendapatkan perlawanan yang sangat gigih dari bakteri sehingga tidak mampu mengalahkannya dengan cepat, maka bakteri itupun akan berkembang biak dan kita akan menjadi sakit. Pada saat seperti inilah kita membutuhkan bantuan dari luar, terutama obat-obatan agar segera dapat membasmi bakteri tersebut.

Ada kalanya bakteri tidak masuk ke dalam pembuluh darah, namun hidup menumpang di selaput bagian dalam lambung, paru-paru, usus, ataupun organ tubuh lainnya. Dalam keadaan seperti itu, sel darah putih dapat berubah menjadi sangat lembut dan merembes ke luar dari pembuluh darah untuk mengepung bakteri dan membasminya hingga tuntas.

Fungsi sel darah yang demikian inilah yang menyebabkan para ahli kedokteran menjulukinya sebagai “Sel Pemberantas Bakteri”.
oleh:adibah

puisi "cinta putih"

Ada bayang yang tak pernah pergi
Ada nama yang s’lalu mendiami
serta seutas wajah yang menerangi
Pada hati…bangkitkan semangat diri
tuk lalui hari-hari

Meski kutau bagiku takkan mungkin lagi ada dirimu
Tetap saja kubiarkan engkau mendiami seluruh taman asa
di antara kuntum bunga mawar yang pernah ada diantara kita
Merekah indah diantara ‘harap dan nyata’

Ada keyakinan yang tak terbeli
Oleh ribuan hari-hari penantian hati
Susuri hidup… walau tertatih seorang diri
dan kau tetap disana, diami sudut paling sunyi
dan suci…

anggrek biru.com

sejarah berdirinya monas (monumen nasional)


Monumen Nasional yang terletak di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, dibangun pada dekade 1961an.

Tugu Peringatan Nasional dibangun di areal seluas 80 hektar. Tugu ini diarsiteki oleh Soedarsono dan Frederich Silaban, dengan konsultan Ir. Rooseno, mulai dibangun Agustus 1959, dan diresmikan 17 Agustus 1961 oleh Presiden RI Soekarno. Monas resmi dibuka untuk umum pada tanggal 12 Juli 1975.

Pembagunan tugu Monas bertujuan mengenang dan melestarikan perjuangan bangsa Indonesia pada masa revolusi kemerdekaan 1945, agar terbangkitnya inspirasi dan semangat patriotisme generasi saat ini dan mendatang.

Tugu Monas yang menjulang tinggi dan melambangkan lingga (alu atau anatan) yang penuh dimensi khas budaya bangsa Indonesia. Semua pelataran cawan melambangkan Yoni (lumbung). Alu dan lumbung merupakan alat rumah tangga yang terdapat hampir di setiap rumah penduduk pribumi Indonesia.

Lapangan Monas mengalami lima kali penggantian nama yaitu Lapangan Gambir, Lapangan Ikada, Lapangan Merdeka, Lapangan Monas, dan Taman Monas. Di sekeliling tugu terdapat taman, dua buah kolam dan beberapa lapangan terbuka tempat berolahraga. Pada hari-hari libur.

BY:WIKIPEDIA

profil Q....

pada tahun 1992 tepatnya tanggal 19 desember lahir lah bayi mungil dan lucu yang di beri nama desi eliyanti.pada saat itu indonesia masih makmur dan jaya (menurut Q).
aq anak pertama dan terakhir dari keluaraga yang sederhan namun tetap bahagia...........
pada umurku yang ke 6 tahun Aq mempunyai keinginan untuk bersekolah dan Aq pun di sekolah kan oleh orang tua Q.
dan beranjak ke SMP aQ bersekolah di luar jakarta untuk mengikuti sekolah kerohanian walaupun tidak begitu mendalami tapi sudah cukup mengetahui lh...................
dan teakhir aQ bersekolah di SMK Hang-Tuah 1 Jakarta
aQ bersekolah disini agar bisa lebih cepat bekerja.